60 Tahun lalu, 19 Agustus 1953, adalah hari bersejarah bagi Iran. Pada tanggal itulah kudeta terjadi terhadap pemerintahan Perdana Menteri Mohammed Mossadegh dengan dukungan AS dan Inggris.
Kudeta ini berdampak pada munculnya semangat anti-Amerika yang diikuti revolusi penggulingan Shah Iran, Mohammad Reza Pahlavi pada 1979, dan bahkan mempengaruhi rakyat Iran untuk menduduki kedubes Iran setahun kemudian.
Lebih dari enam dekade sejak peristiwa itu, Dinas Rahasia AS, CIA mengakui bahwa lembaganya berada di balik peristiwa itu. Sesuai undang-undang Kebebasan Informasi, dokumen keterlibatan CIA tersebut dipublikasikan kepada umum Senin (19/8/2013) di situs National Security Archive.
Dokumen berjudul The Battle for Iran itu ditulis pada 1970 oleh sejarawan internal CIA. Di dalamnya antara lain disebutkan, “Kudeta militer yang menggulingkan Mossadegh dan kabinet Front National dilakukan di bawah arahan CIA sebagai bagian dari kebijakan luar negeri AS.”
Penggulingan berkode rahasia TPAJAX, dilakukan untuk mengcegah agresi Uni Sovyet. Cara yang dilakukan antara lain bekerja sama dengan kolaborator lokal di semua lini.
Aksinya antara lain melakukan propaganda yang menyudutkan kebijakan politik Mussadegh, mengipas-ngipasi Shah Iran untuk bekerjasama, menyuap anggota parlemen, mengorganisasikan kekuatan bersenjata, dan menyulut massa untuk berdemonstrasi. Aksi itu sempat gagal namun kembali diulang dan sukses pada 19 Agustus 1953. [tjs]

0 komentar:
Posting Komentar